Rmk Herman

 

Ruang Lingkup Statistika


Asal-Usul Statistika 

kata statistik berasal dari bahasa italia yaitu statista yang berarti negarawan istilah ini pertama kali di gunakan oleh gottfried achnwald ( 1719-1772) seorang profesor pada malborough dan gottingen. Kemudian Dr E.A.W. Zimmeman memperkenalkan istilah statistika ke Inggris, yang kemudian di sebar luaskan oleh sor jhon sinclair dalam bukunya / statistical account of scotland (1791-1799).   

Definisi Statistika   

Menurut Sudjana, Statistika adalah pengetahuan yang berhubungan dengan cara-cara pengumpulan data, pengolahan dan analisis serta penarikan kesimpulan berdasarkan kumpulan data dan analisis yang dilakukan.
 Menurut J. Supranto, pengertian statistik dibagi menjadi 2 (dua) yaitu:

a. Dalam arti sempit statistik adalah data ringkasan yang berbentuk angka (kuantitatif).
b. Dalam arti luas stastistik adalah ilmu yang mempelajari cara pengumpulan penyajian dan analisis data serta cara penarikan kesimpulan secara umum berdasarkan  hasil penelitian yang menyuluruh. 

Berdasarkan beberapa pendapat mengenai pengertian statistik, maka dapat di simpulkan bahwa statistik adalah kumpulan data atau ringkasan yang berbentuk bilangan maupun non bilangan yang menggambarkan. Suatu persoalan. Misalnya: statistik Inflasi, pertumbuhan ekonomi, statistik kependudukan, IPM, dan sebagainya.

Statistika dalam Bidang Ekonomi 

Statistika memiliki peran yang sangat penting di berbagai macam bidang termasuk dalam bidang Ekonomi dan juga bidang Bisnis. Berikut beberapa contoh penerapan ilmu statistika dalam bidang perekonomian, misalnya perhitungan pertumbuhan ekonomi inflasi,tingkat kemiskinan.jumlah pengganguran dan sebagainya.

Di Indonesia terdapat Badan Pusat Statistik (BPS) yang fokus dalam urusan statistik. BPS melakukan survey sosial Ekonomi Nasional (SUSENAS) secara rutin yaitu sebnyak 2 kali dalam setahun. hal in bertujuan agar informasi yang di peroleh dari SUSENAS dapat digunakan untuk mengetahui gambaran dan perkembangan kondisi perekonomian di Indonesia, mengalami penurunan atau peningkatan. Setelah di peroleh informasi maka pemerintah dapat mengevaluasi dan merencakan kebijakan untuk masa yang akan datang agar lebih baik. Misalnya jika terjadi inflasi maka pemerintah akan mengambil kebijakan dalam hal penurunan angka kemiskinan, pemerataan pendidikan dan pendapatan masyarakat, peningkatan kesejahteraan masyarakat,tingkat pengangguran dan kemiskinan masyarakat, junlah uang beredar dimasyarakat,dan lain sebaginya.

Seperti yang di jelaskan sebelumnya,bahwa statistika ekonomi juga diterapkan pada bidang bisnis misalnya pada perhitungan Indeks Tendensi Bisnis (ITB). Indeks Tendensi Bisnis adalah indikatorn perkembangan ekonomi yang datanya diperoleh dari Survei Tendensi Bisnis (STB) yang dilakukan oleh BPS bekerja sama dengan Bank Indonesia dengan variabel pembentuk Indeks Tendensi Bisnis yaitu pendapatan usaha,penggunaan kapasitas produksi /usaha, dan rata-rata jam kerja. Sehingga dari hasil perhitungan tersebut bisa membantu pemerintah menentukan keputusan yang akan di ambil secara tepat sehingga hasilnya sesuai dengan harapan.

Sumber dari buku statistika: Seno Hadi Saputro, M.M
                                              R. Burham Isnanto, S.Si, M.Kom
                                              Marna, M.Si.